Kereta Ekonomi Bernomor Duduk


Dulu jaman kuliah, naik kereta api ekonomi Penataran merupakan sebuah rutinitas yang tak bisa dihindari. Gak peduli penuh sesak, gak dapat tempat duduk alias berdiri, kereta datang telat, ataupun kereta rusak, seakan menjadi suatu hal yang tak perlu dikomplain. Dalam hati memberi pengertian sendiri, hanya dengan harga 3.500 rupiah hak istimewa apa sih yang bisa kita dapat? Masih untung tiba dengan selamat :D

Sejak 1 Oktober 2011 kemarin, suasana stasiun terasa berbeda. Tumpukan penumpang hanya terjadi di luar stasiun atau di depan loket pembelian tiket. Pertama kali tahu adanya penumpukan penumpang langsung panik. Duh, bakal penuh sesak nih, harus siap saling gencet di dalam gerbong :D

Tapi ternyata setelah tiket di tangan, dan masuk bagian pemeriksaan, di dalam stasiun tidak seramai di luar. Ternyata eh ternyata, pintu hanya dibuka untuk penumpang bertiket tujuan yang keretanya akan tiba satu jam lagi. Dan, yang lebih mengagetkan adalah tiket yang saya pegang memiliki nomor gerbong dan tempat duduk. Wets, berasa naik kereta kelas bisnis.

Energi yang saya siapkan untuk bergencet-gencet di kereta akhirnya sia-sia. Lebih baik dipakai buat duduk menunggu kereta, nyemil, dan baca buku. Hehehe
4 Responses
  1. kakaakin Says:

    Tambah tertib dong sekarang ya... :D
    Hmm... kapan ya diriku bisa naik kereta api tut tut tut...


  2. firman Says:

    enake lungguh, aku sepeda motoran, sampek pegel boyokku mbak :D


  3. Luar biasa.. wis ono no tempat duduk ya.. Kapan ya aku terakhir kali naik penataran,, tahun 2008 kyone,, wis 4 tahun yll ternyata...
    Moga2 kereta api makin nyaman & makin bersih..


  4. Uphiet Says:

    @akin: ayo akin naik kereta!!! :D

    @firman: hidup itu pilihan, maka pilihlah dengan bijak. Hehehe

    @anto: iya sekarang emang tambah nyaman, moga2 aja tambah baik :)