Belajar dari Pertandingan

Sedikit tentang basket hari ini.

Masih dengan rasa kagum, percaya gak percaya, dan senangnya luar biasa. CLS Knights masuk final untuk pertama kalinya dalam sejarah perbasketan nasional!!

Prestasi luar biasa ini ditorehkan dengan mengalahkan dua klub bertabur bintang. Yang pertama adalah Garuda dengan salah satunya sang bintang yang selalu disambut dengan tepuk tangan membahana dan teriakan histeris penggemarnya (panjang amat yak :D), Denny Sumargo!
Yang kedua adalah Pelita Jaya dengan pemain hebat seperti Romy Chandra, Andy Batam, dan Kelly Purwanto.

Kalau dilihat dari sejarah masa lalu, banyak orang memprediksi yang masuk semifinal adalah Pelita Jaya, Satria Muda, Aspac, dan Garuda. Keempatnya tim besar bertabur bintang.

Well, bukan pejuang namanya kalau tidak berjuang. Ya, kan?

Entah kenapa langsung teringat sepenggal cerita dalam buku Ranah 3 Warna saat Denmark menghadapi tim-tim besar seperti Belanda dan Jerman di Piala Eropa.

"Underdog can win!"
"Siapa saja bisa juara kalau tidak menyerah!"

Bukannya rendah diri dengan nama besar tim lawan, CLS Knights tampil meyakinkan dan penuh percaya diri. Mereka membuktikan layak tampil di final. And who knows, mereka bisa jadi juara *wink*
Juara sejati tidak tergantung siapa lawannya, tapi persiapan diri dalam menghadapinya.

Saya mendapat inspirasi hari ini, from the best basketball game I've ever seen. Anyone can win, just never give up!

Dari Ranah 3 Warna lagi. Katanya, going the extra miles. Berjuang melebihi rata-rata :)

Hmm, I can't wait for the final!!
2 Responses
  1. Kakaakin Says:

    Imbalan yang indah banget bagi yang telah bersungguh-sungguh berusaha :)


  2. Uphiet Says:

    Iya betul bgt, Akin! :)